
kemarin...
kulihat awan membentuk wajahmu
desau angin meniupkan namamu
tubuhku terpaku
semalam...
bulan sabit melengkungkan senyummu
tabur bintang serupa kilau auramu
akupun sadari ku se'gra berlari
akhirnya...
bagai sungai yang mendamba samudra
ku 'tau pasti kemana'kan ku bermuara
s'moga ada waktu
sayangku...
kupercaya alampun berbahasa
ada makna dibalik semua pertanda
firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya
aku tak mengerti kuterus berlari
No comments:
Post a Comment